Cahill Tampil Buruk di Timnas Inggris

Perbedaan kualitas Cahill dengan Pogba

Perbedaan kualitas Cahill dengan Pogba

Bukan hal yang mengherankan jika klub-klub Liga Premier Inggris memiliki segudang pemain bertalenta. Misalnya saja Paul Pogba, yang pada awal musim lalu berhasil menyandang predikat sebagai pemain termahal di dunia. Selain Pogba, bisa kita lihat juga sosok bek Chelsea yang merupakan jawara Premier League musim ini, Gary Cahill.

Pada ajang kompetisi domestik, Pogba memang hanya mampu memberikan gelar Piala Europa saja. Tidak seperti Cahill yang mampu memberikan gelar English Premier League musim ini. Meski sama-sama berjumlah satu trofi, gengsi EPL dan kondisi Chelsea yang musim lalu terpuruk membuat pencapaian Cahill seakan berada di atas Pogba.

Kedua pemain raksasa Liga Premier tersebut pun akhirnya diperemukan kembali dalam partai internasional. Dalam laga persahabatan antara Perancis menghadapi Inggris tersebut, seakan menjadi pembuktian oleh Pogba. Tim Ayam Jantan berhasil menyudahi perlawanan The Three Lions dengan comeback yang sangat mengagumkan.

Cahill Bek Terburuk – Pejic

Gary Cahill dianggap sebagai salah satu dari trio bek terkuat Liga Inggris bersama David Luiz dan Cesar Azpilicueta yang dimiliki Chelsea. Predikat tersebut terbukti dengan minimnya jumlah kebobolan Chelsea di sepanjang musim kompetisi 2016-2017 kemarin.

Gary Cahill kerap membuat kesalahan dalam laga kontra Perancis

Gary Cahill kerap membuat kesalahan dalam laga kontra Perancis

Akan tetapi gelar tersebut sepertinya berbanding terbalik saat Cahill harus membela tim nasional Inggris. Dalam laga persahabatan menghadapi tim nasional Perancis, performa Cahill justru jauh berada di bawah standar. Bahkan hal tersebut sampai membuat mantan pemain Stoke City berkomentar pedas.

Cahill kerap kali kalah dalam duel satu lawan satu dengan para pemain depan Perancis. Hal ini tentu saja membuat kiper Jack Butland menjadi kalang kabut. Sebenarnya sang penjaga gawang juga sudah bermain cukup stabil dalam laga kontra Perancis tersebut.

Sementara itu, performa buruk Cahill menuai kritik pedas dari  Legenda Stoke City, Mike Pejic. Pejic menganggap performa Cahill tidak layak bermain seperti itu. Pejic pun juga memuji performa sang penjaga gawang, Jack Butland. Menurut Pejic, Butland  telah berhasil tampil dengan maksimal.

“Saya merasa kasihan dengan [Jack] Butland, karena dia harus bermain di belakang pemain seperti Gary Cahill, dia adalah salah satu pemain belakang terburuk, ketika berada dalam situasi satu lawan satu. Dia sangat mudah untuk diekspos oleh pemain lawan.” ujar Pejic.

Pogba Berhasil Jadi Penyeimbang Tim

Lain Cahill lain pula dengan Pogba. Gelandang Manchester United ini justru berhasil memimpin skuad Perancis tampil impresif. Lewat kemampuannya menjaga keseimbangan lapangan tengah, Pogba berhasil membuktikan tidak selamanya juara liga memiliki pemain dengan kemampuan yang bisa diandalkan.

Paul Pogba berhasil menjadi penyeimbang tim

Paul Pogba berhasil menjadi penyeimbang tim

Pogba mengawali gol kemenangan Perancis yang dicetak oleh Ousmane Dembele. Pogba mengirim umpan kepada Kylian Mbappe yang berhasil menyusur sisi kiri lapangan. Lalu Mbappe berhasil mengirim umpan kepada Dembele yyang akhirnya mencetak gol kemenangan untuk Les Blues.

 

Sangat terlihat perbedaan kualitas antara para punggawa Inggris dengan Perancis pada dini hari tadi. Yang mengejutkan adalah Inggris justru berhasil mencetak gol lebih dulu lewat aksi Harry Kane yang meneruskan umpan Ryan Bertrand.

Skuad Ayam Jago akhirnya berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi Samuel Umtiti. Bek Barcelona tersebut berhasil menyambar bola liar hasil sundulan Olivier Giroud yang ditepis kiper Jack Butland. Kedudukan bahkan sempat berbalik ketika Djibril Sidibe berhasil menyambar bola rebound hasil tembakan Ousmane Dembele.

Memasuki babak kedua, Inggris kembali menyamakan kedudukan lagi-lagi lewat aksi Harry Kane. Akan tetapidi menit terakhir Ousmane Dembele berhasil menjadi pahlawan dengan memanfaatkan umpan silang hasil kerjasama Pogba-Mbappe.

 

Rekrutan Terbaik dan Terburuk Manchester United Musim 2016-2017

Merekrut Jose Mourinho sebagai manajer baru menggantikan Louis van Gaal pada awal musim 2016-2017 lalu, Manchester United melakukan sejumah pembelanjaan pemain. Nama pemain dan biaya transfer pun terbilang sangat fantastis, sanga jauh berbeda jika dibandingkan dengan era kepemimpinan Louis van Gaal.

Ibrahimovic dan Mkhitaryan menjadi dua nama yang mencuri perhatian publik sepakbola

Ibrahimovic dan Mkhitaryan menjadi dua nama yang mencuri perhatian publik sepakbola

Sejumlah nama besar seperti Henrikh Mkhitaryan, Zlatan Ibrahimovic, Eric Bailly hingga Paul Pogba didatangkan United. Bahkan biaya transfer Pogba berhasil memecahkan rekor sebagai pemain termahal di dunia. Yang mana merupakan sebuah ironi ketika sang pemain meniti karir sepakbolanya sejak usia muda di akademi Manchester United.

Namun ada yang lebih menarik dari sekedar transfer termahal di dunia Pogba yang didatangkan dari Juventus tersebut. Adalah kisah perjalanan dua rekrutan terbaru United lainnya, yaitu Ibrahimovic dan Mkhitaryan. Lini depan setan merah memang menjadi lini serang yang memiliki paling banyak pilihan di musim lalu.

Bahkan sebelum memboyong Ibra dan Miki, The Red Devils telah mempunyai sosok Marcus Rashford dan Anthony Martial di li ini depan. Kedatangan Ibra dan Mkhitaryan pun membuat persaingan di linin depan United menjadi bertambah panas.

Mkhitaryan Berhasil Bayar Kepercayaan Mou

Musim perdana Henrikh Mkhitaryan di Old Trafford bisa dibilang tidaklah semulus pemain baru Man United lainnya seperti Ibra, Pogba maupun Bailly. Meskipun diboyong dengan harga yang tidak murah, Mkhitaryan justru jarang mendapat kepercayaan dari sang manajer, Jose Mourinho.

Gol Scorpion Kick spektakuer dari Mkhitaryan

Gol Scorpion Kick spektakuer dari Mkhitaryan

Beberapa kali Mkhitaryan terpaksa menghuni bangku cadangan akibat Mourinho yang kurang mempercayainya. Mkhitaryan memang sempat mengalami cedera sesaat sebelum dimulai nya Liga Premier Inggris musim 2016-2107 kemarin. Dan sepertinya hal ini lah yang membuat kepercayaan Mou luntur.

Akan tetapi justru semakin kesini, ketika beberapa kali dimainkan Mkihtaryan justru sukses tampil memukau. Bahkan Mourinho pun mengaku tidak menyangka jika Mkhitaryan merupakan sosok pemain yang menghuni bangku cedera sekian lama usai pulih dari cedera. Sama sekali tidak terlihat seperti itu.

Sampai akhirnya pemain tim nasional Armenia tersebut mencetak gol dengan cara scorpion kick saat United menang 3-1 atas Sunderland 26 Desember 2016 lalu. Meneruskan umpan dari Zlatan Ibrahimovic pada menit ke-86, Mkhitaryan langsung melepaskan tendangan akrobatik ala Scorpion Kick tersebut.

Meski dalam rekaman terlihat Mkhitaryan tengah berada dalam posisi offside, wasit tetap mengesahkan gol tersebut. “Saya mengharapkan bola mengarah ke depan saya karena sudah bersiap di depan gawang. Namun, bola justru ada di belakang, sehingga saya mempunyai kesempatan menendang dengan tumit,” ujar Mkhitaryan.

Ibra Akhiri Musim 2016-2017 Dengan Pahit

Berbeda dengan Mkhitaryan, nasib Zlatan Ibrahimovic justru berbanding terbalik. Ibra yang tampil sangat trengginas pada awal-awal musim EPL musim lalu bergulir, justru terpaksa menelan pil pahit saat ini. Cedera lutut yang menimpa penyerang tim nasional Swedia tersebut memaksa  Ibrahimovic mengakhiri musim lebih cepat.

Cedera, Ibrahimovic terpaksa akhiri musim lebih cepat

Cedera, Ibrahimovic terpaksa akhiri musim lebih cepat

Cedera tersebut didapat Ibra saat Manchester United tengah menghadapi Anderlecht di leg kedua babak 8 besar Piala Europa musim lalu. Saat itu kedua tim yang masih dalam kedudukan imbang terpaksa melanjutkan pertandingan ke babak perpanjangan waktu.

Sayangnya, di menit-menit akhir waktu normal Ibra terpaksa ditarik keluar usai berbenturan dengan pemain Anderlecht. Usai dilakukan pemeriksan lebih lanjut, dokter klub menyatakan bahwa pemain bertubuh raksasa tersebut mengalami cedera lutut yang cukup parah dan memerlukan istirahat panjang.

Akhirnya Zlatan pun terpaksa menyudahi musim lebih cepat. Ini tentu membuatnya melewatkan sejumlah hal penting, seperti juaranya Manchester United di Piala Europa. Selain itu Ibrahimovic juga melewatkan satu hal penting lainnya di United, yaitu perpanjangan kontrak untuk musim depan.