TERUNGKAP! Inilah Rahasia Sukses Ronaldo Musim Ini

Cristiano Ronaldo, siapa yang tidak mengenal sosok pemain yang satu ini. Penyerang Real Madrid yang satu ini memang telah berhasil mencuri perhatian para penggemar sepakbola dunia. Ronaldo yang pada musim 2016/2017 lalu berhasil meraih sejumlah prestasi bersama Los Blancos ini benar-benar membuat musim lalu menjadi miliknya.

Cristiano Ronaldo jadi pemain tersukses musim ini

Cristiano Ronaldo jadi pemain tersukses musim ini

Raihan prestasi Ronaldo bersama El Real musim lalu tidak main-main. Gelar juara double winner serta sejumlah prestasi individunya di kancah sepakbola eropa adalah contohnya. Sang pemain benar-benar mematahkan dominasi sang rival, Lionel Messi yang menguasai eropa bersama Barcelona di musim-musim sebeumnya.

Ditanyakan pada saat penerimaan gelar Best Player 2016 versi FIFA, Ronaldo pun bicara tentang rahasia kesuksesannya menjalani musim lalu. Pemain yang kerap dijuluk CR7 tersebut menyebutkan bahwa menjadi yang datang pertama dan pulang terakhir pada saat latihan adalah rahasia kesuksesannya menjalani musim lalu.

Sang pemain juga menyebutkan bahwa berpikir dan berperilaku positif sangat membantu. Keseimbangan kondisi fisik dan mental yang dimiliki setiap pemain akan mempengaruhi performa di lapangan. Itu lah sebabnya mengapa Ronaldo selalu melibatkan diri dalam setiap kegiatan sosial.

Terbongkar, Rahasia Kesuksesan Ronaldo

Tahun 2016 hingga 2017 , Real Madrid sukses mengawali, menjalani dan menutup musim kompetisi dengan positif. Memang mereka sempat menemui rintangan dalam memperebutkan posisi puncak dengan Barcelona. Namun Zinedine Zidane sekali lagi berhasil membuktikan bahwa Los Blancos berada di level yang berbeda.

Ronaldo saat berhasil menjuarai EURO 2016 bersama Portugal

Ronaldo saat berhasil menjuarai EURO 2016 bersama Portugal

Berbicara tentang kesuksesan Madrid musim lalu, tidak lengkap rasanya jika kita tidak membahas pemai kunci mereka. Adalah Cristiano Ronaldo, sosok salah satu pemain terbaik yang dimiliki dunia sepakbola saat ini. Pada musim lalu Cristiano berhasil membuktikan bahwa dirinya masih belum habis meski telah berusia 30 tahun lebih.

Ronaldo berhasil membawa klubnya memenangkan gelar juara La Liga Spanyol dan juga Liga Champions musim 2016/2017 lalu. Selain itu dirinya juga berhasil memecahkan rekor individu di ajang turnamen paling prestisius di eropa tersebut. Tidak hanya itu, dirinya juga berperan penting dalam kesuksesan timnas Portugal di EURO 2016.

Saat diwawancara dengan sebuah media Spanyol, Ronaldo menuturkan bahwa kesuksesan tidak bisa diraih begitu saja. Kerja keras dan semangat pantang menyerah merupakan dua hal yang selalu dilakukan CR7. Selain itu, kondisi mentalitas yang baik pun juga diperlukan untuk bisa meraih sukses dalam kompetisi bertaraf eropa bahkan dunia.

Ini Dia Hal Positif Yang Selalu Dilakukan Ronaldo

Seperti layaknya sebuah pekerjaan pada umumnya yang membutuhkan kecerdasan akademis, emosional dan spritual. Dalam sepakbola, jika ingin meraih kesuksesan seperti Ronaldo dibutuhkan sebuah paket komplit yang akan membantu seorang pemain menjalani musim kompetisi.

Keseimbangan Fisik dan Mental jadi rahasia sukses Ronaldo

Keseimbangan Fisik dan Mental jadi rahasia sukses Ronaldo

Keseimbangan antara kondisi fisik dan mental merupakan harga mati bagi seorang pemian bola. Sebab jika hanya dibutuhkan keahlian fisik, masih banyak pemain yang lebih muda dan lebih prima. Namun perbedaan mental ,yang dimiliki Cristiano Ronaldo lah yang membuat sang pemain menjadi spesial.

Tentu anda masih ingat tentang bagaiman Ronaldo yang terpaksa ditarik keluar lapangan ketika Final Euro 2016 kemarin. Kala itu tim nasional Portugal dijadwalkan berhadapan dengan timnas Perancis di partai puncak turnamen empat tahunan di benua eropa.

Ronaldo saat itu berebut bola dengan salah satu pemain Perancis yang mengakibatkan kambuhnya cedera lutut sang pemain. Meski terpaksa digotong keluar lapangan, Ronaldo tidak lantas pergi. Ronaldo yang merupakan kapten timnas Portugal tetrsebut tetap menyemangati rekan setimnya dari pinggir lapangan.

Ya, Ronaldo berteriak memberikan arahan kepada rekan-rekannya. Dari pinggir lapangan. Dan juga dalam keadaan lutut yang baru saja terkena cedera.

Valencia, Jual Pemain Buruk, Dapat Pemain Buruk

Sial, mungkin kata inilah yang paling tepat untuk menggambarkan situasi Valencia musim ini. Klub asal Valencis, Spanyol ini memang bisa dibilang tengah berada pada titik rendah mereka saat ini. Padahal pada era awal 2000-an Valencia termasuk salah satu klub yang bisa menghancurkan dominasi Real Madrid dan Barcelona di La Liga Spanyol.

Mungkin ada yang berpikiran masalah manajemen klub yang kurang bagus membuat aliran keluar-masuk dana serta pemain disana menjadi buruk. Dalam satu dekade terakhir mungkin bisa dihitung jari berapa kali Valencia mendatangkan maupun mengorbitkan salah satu pemain bintang. Secara prestasi pun klub ini bisa dibilang hidup segan mati tak mau.

Yang paling baru dan kebetulan paling menarik adalah fakta tentagf jual-beli pemain yang dilakukan Valencia. Entah apakah ini memang nasib buruk bagi Valencia atau bukan. Namun semua pemain yang berkaitan dengan klub yang bermarkas di Stadion Mestalla tersebut prestasinya sedikit suram di musim ini. Siapa saja pemain tersebut? Simak artikel di bawah ini.

Jual Gomez dan Alcacer ke Barca, Melempem

Paco Alcacer dan Andre Gomez ketika masih bersergam Valencia

Paco Alcacer dan Andre Gomez ketika masih bersergam Valencia

Valencia menjual dua pemain andalan mereka di lini tengha dan lini depan mereka sekaligus. Adalah Andre Gomez dan Paco Alcacer yang mencoba peruntungan mereka di satu klub yang sama, yaitu Barcelona. Keputusan ini merupakan sebuah keputusan yang terbilang berani bagi kedua pihak. Bagi Valencia maupun bagi kedua pemain, seakan keputusan ini seperti gambling saja.

Seperti yang kita ketahui, Barcelona memiliki kedalaman skuad yang sangat baik. Lini tengah maupun lini depan Barca masih tetap tajam meskipun kini tidak lagi segalak ketika memiliki kombinasi Xavi-Iniesta di lini tengah. Sementara di lini depan lebih gila lagi, setiap pemain harus bisa menembus dominasi trio MSN (Messi, Suarez, Neymar).

Namun meski begitu tetap saja kedua pemain tersebut memilih untuk hengkang dan klub pun menyetujuinya. Merupakan keputusan yang kurang bijak yang dilakukan Valencia. Sebab mereka sendiri tidak memiliki sosok pengganti kedua pemain tersebut. Mungkin masih ada Luis Nani, Mario Suarez, Munir El-Haddadi, namun nyatanya nama-nama tersebut tak begitu bersinar juga.

Beli Garay dan Pinjam Mangala, Lini Belakang Valencia Berantakan

Menjual kedua andalan mereka di lini depan dan lini tengah, Paco Alcacer dan Andre Gomez, Valencia semakin kehabisan opsi untuk lini depan mereka. Bukannya menambah amunisi baru di sektor tersebut, Kelelawar Mestalla justru malah memboyong bek Zenit St. Petersburg asal Argentina, Ezequiel Garay. Selain itu, klub yang membesarkan nama Fernando Morientes tersebut juga meminjam Eliaquim Mangala dari Man City.

Lantas apakah kedua pemain tersebut berhasil mengangkat prestasi Valencia musim lalu? Jawabannya adalah tidak bisa. Malah Valencia tercatat lebih banyak kebobolan daripada menceploskan bola ke gawang lawan sekaligus lebih banyak berkubang di papan bawah klasemen musim 2016/17 ini. Bek serta sistem bertahan mereka pasca ditinggal Skhodran Mustafi ke Arsenal menjadi sorotan atas hasil buruk yang diperoleh Valencia musim ini.

Dari 10 laga pertama Los Che di La Liga, Garay hanya menang tiga kali dan sisanya berakhir dengan kekalahan atau hasil imbang. Tak adil memang jika menyalahkan Garay seorang, namun bobroknya sistem pertahanan Valencia juga tak lepas dari bagaimana Garay dan yang lainnya menerjemahkan instruksi pelatih saat di lapangan. Terlepas dari masalah beban tanggung jawab tim, Garay memang bermain dengan buruk musim lalu.

 

 

La Liga 2017 : Ronaldo Terbaik, Mathieu Biang Kegagalan

La Liga Spanyol akan segera memulai laga perdana musim 2017-2018 sebentar lagi. Namun musim lalu menyisakan sejumlah data dan fakta yang cukup mengejutkan, terutama soal statistik pemain. Real Madrid dan Barcelona sebagai dua klub teratas berhasil mencatatkan nama pemainnya ke dalam daftar pemain terbaik dan pemain terburuk La Liga musim ini.

Ronaldo sukses menjadi pemain terbaik musim ini

Ronaldo sukses menjadi pemain terbaik musim ini

Adalah Cristiano Ronaldo yang berhasil menjadi kunci sukses Real Madrid musim ini. Pemain sekaligus kapten tim nasional Portugal tersebut bahkan sukses membawa Los Merengues meraih double winner musim ini. Selain itu, pemain yang kerap dijuluki CR7 tersebut juga berhasil mencatat sejumlah pencapaian pribadi antara lainnya trofi Balon d’Or dan sejumlah rekor di kancah eropa.

Di sisi lain, sang rival abadi, Barcelona justru turut menyumbangkan pemainya sebagai pemain terburuk musim ini. Adalah Jeremy Mathieu dan Marc-Andre Ter Stegen yang menjadi pemein dengan performa terburuk. Meski juga termasuk, namun performa Ter Stegen tidakah lebih buruk jika dibanding Mathieu. Sebab diakhir musim Ter Stegen sempat menunjukan beberapa perbaikan.

Musim Lalu Jadi Musimnya Ronaldo

Musim kompetisi 2016-2017 bisa dibilang sebagai musimnya Cristiano Ronaldo. Pemain kelahiran Madeira tersebut berhasil menorehkan prestasi baik itu di kompetisi domestik maupun internasional. Sebut saja La Liga Spanyol, Euro 2016 dan yang terbaru yaitu Liga Champions Eropa. Mantan kekasih Irina Shayk tersebut sukses mencatat prestasi baik bersama klub maupun timnas Portugal.

Musim 2016-2017 menjadi musimnya Ronaldo

Musim 2016-2017 menjadi musimnya Ronaldo

Belum lagi sejumlah rekor dan trofi pribadi yang berhasil dicatat pemain yang memulai karirnya di Sporting Lisbon tersebut. Sebut saja rekor sebagai top skor di Liga Champions selama tiga musim, lalu penghargaan Pemain Terbaik versi FIFA. Dan tentu saja yang paling bergengsi adalah trofi Ballon d’Or yang beberapa musim lalu sempat didominasi oleh sang rival, Lionel Messi.

Namun sayang sekali, jelang pembukaan musim 2017-2018 ini ada kabar kurang mengenakan dari Cristiano. Adalah rumor kepindahannya dari Santiago Bernabeu yang berhembus semakin kencang. Selidik punya selidik kabar kepindahan tersebut ada hubungannya dengan kasus pajak yang menimpa mantan anak didik Sir Alex Ferguson tersebut. Ronaldo dikabarkan kecewa dengan pihak klub seakan lepas tangan.

Hal ini tentu saja merupakan angin segar bagi sejumlah raksasa eropa. Sempat dikabarkan Ronaldo akan kembali reuni dengan sang mantan klub, Manchester United. Namun belum lama ini juga ada kabar berhembus bahwa pemilik tendangan bebas cannonball ini juga menarik minat klub asal Perancis, Paris Saint-Germain.

Tampil Buruk Musim Lalu, Barca Segera Lepas Mathieu

Tampil buruk musim lalu, Barca jual Mathieu

Tampil buruk musim lalu, Barca jual Mathieu

Sementara itu, predikat pemain terburuk musim lalu sepertinya layak disematkan kepada bek Barcelona, Jeremy Mathieu. Barcelona memboyong Mathieu dari Valencia di awal musim 2014-2015. Selama tiga musim terakhir, pemain asal Perancis tersebut mencatat setidaknya 91 caps untuk tim asal Catalunya tersebut.

Musim ini Mathieu hanya berhasil tampil sebagai starter sebanyak 12 kali di ajang La Liga Spanyol dan Liga Champions 2016-2017. Pemain yang fleksibel dimainkan baik sebagai bek tengah maupun bek sayap tersebut memang kerap kali disebut sebagai penyebab kekalahan Blaugrana. Belum lagi masalah cedera yang kerap kali menimpa pemain asal Perancis tersebut.

Atas dasar tersebut, pihak manajemen klub memutuskan untuk melepas Jeremy Mathieu setelah berdiskusi dengan pelatih baru mereka, Ernesto Valverde. Galatasaray sempat disebut tertarik untuk memboyong Mathieu dalam beberapa pekan terakhir ini. Olympique Marseille juga dikabarkan memulangkan eks pemain Sochaux dan Toulouse itu ke Prancis.