La Liga 2017 : Ronaldo Terbaik, Mathieu Biang Kegagalan

La Liga Spanyol akan segera memulai laga perdana musim 2017-2018 sebentar lagi. Namun musim lalu menyisakan sejumlah data dan fakta yang cukup mengejutkan, terutama soal statistik pemain. Real Madrid dan Barcelona sebagai dua klub teratas berhasil mencatatkan nama pemainnya ke dalam daftar pemain terbaik dan pemain terburuk La Liga musim ini.

Ronaldo sukses menjadi pemain terbaik musim ini

Ronaldo sukses menjadi pemain terbaik musim ini

Adalah Cristiano Ronaldo yang berhasil menjadi kunci sukses Real Madrid musim ini. Pemain sekaligus kapten tim nasional Portugal tersebut bahkan sukses membawa Los Merengues meraih double winner musim ini. Selain itu, pemain yang kerap dijuluki CR7 tersebut juga berhasil mencatat sejumlah pencapaian pribadi antara lainnya trofi Balon d’Or dan sejumlah rekor di kancah eropa.

Di sisi lain, sang rival abadi, Barcelona justru turut menyumbangkan pemainya sebagai pemain terburuk musim ini. Adalah Jeremy Mathieu dan Marc-Andre Ter Stegen yang menjadi pemein dengan performa terburuk. Meski juga termasuk, namun performa Ter Stegen tidakah lebih buruk jika dibanding Mathieu. Sebab diakhir musim Ter Stegen sempat menunjukan beberapa perbaikan.

Musim Lalu Jadi Musimnya Ronaldo

Musim kompetisi 2016-2017 bisa dibilang sebagai musimnya Cristiano Ronaldo. Pemain kelahiran Madeira tersebut berhasil menorehkan prestasi baik itu di kompetisi domestik maupun internasional. Sebut saja La Liga Spanyol, Euro 2016 dan yang terbaru yaitu Liga Champions Eropa. Mantan kekasih Irina Shayk tersebut sukses mencatat prestasi baik bersama klub maupun timnas Portugal.

Musim 2016-2017 menjadi musimnya Ronaldo

Musim 2016-2017 menjadi musimnya Ronaldo

Belum lagi sejumlah rekor dan trofi pribadi yang berhasil dicatat pemain yang memulai karirnya di Sporting Lisbon tersebut. Sebut saja rekor sebagai top skor di Liga Champions selama tiga musim, lalu penghargaan Pemain Terbaik versi FIFA. Dan tentu saja yang paling bergengsi adalah trofi Ballon d’Or yang beberapa musim lalu sempat didominasi oleh sang rival, Lionel Messi.

Namun sayang sekali, jelang pembukaan musim 2017-2018 ini ada kabar kurang mengenakan dari Cristiano. Adalah rumor kepindahannya dari Santiago Bernabeu yang berhembus semakin kencang. Selidik punya selidik kabar kepindahan tersebut ada hubungannya dengan kasus pajak yang menimpa mantan anak didik Sir Alex Ferguson tersebut. Ronaldo dikabarkan kecewa dengan pihak klub seakan lepas tangan.

Hal ini tentu saja merupakan angin segar bagi sejumlah raksasa eropa. Sempat dikabarkan Ronaldo akan kembali reuni dengan sang mantan klub, Manchester United. Namun belum lama ini juga ada kabar berhembus bahwa pemilik tendangan bebas cannonball ini juga menarik minat klub asal Perancis, Paris Saint-Germain.

Tampil Buruk Musim Lalu, Barca Segera Lepas Mathieu

Tampil buruk musim lalu, Barca jual Mathieu

Tampil buruk musim lalu, Barca jual Mathieu

Sementara itu, predikat pemain terburuk musim lalu sepertinya layak disematkan kepada bek Barcelona, Jeremy Mathieu. Barcelona memboyong Mathieu dari Valencia di awal musim 2014-2015. Selama tiga musim terakhir, pemain asal Perancis tersebut mencatat setidaknya 91 caps untuk tim asal Catalunya tersebut.

Musim ini Mathieu hanya berhasil tampil sebagai starter sebanyak 12 kali di ajang La Liga Spanyol dan Liga Champions 2016-2017. Pemain yang fleksibel dimainkan baik sebagai bek tengah maupun bek sayap tersebut memang kerap kali disebut sebagai penyebab kekalahan Blaugrana. Belum lagi masalah cedera yang kerap kali menimpa pemain asal Perancis tersebut.

Atas dasar tersebut, pihak manajemen klub memutuskan untuk melepas Jeremy Mathieu setelah berdiskusi dengan pelatih baru mereka, Ernesto Valverde. Galatasaray sempat disebut tertarik untuk memboyong Mathieu dalam beberapa pekan terakhir ini. Olympique Marseille juga dikabarkan memulangkan eks pemain Sochaux dan Toulouse itu ke Prancis.

Final UCL : Ronaldo Terbaik, Dybala Melempem

Liga Champions Eropa telah menyelesaikan kompetisi untuk musim 2016-2017. Dan Real Madrid pun berhasil keluar sebagai pemenang musim ini usai mengalahkan wakil Italia, Juventus. Keberhasilan mereka kemarin merupakan ke-12 kalinya Los Galacticos berhasil mengangkat trofi turnamen paling prestisius di eropa ini.

Real Madrid berhasil menjuarai final UCL

Real Madrid berhasil menjuarai final UCL

Bagi Juventus, ini merupakan ketiga kalinya mereka gagal menaklukan partai puncak EUFA Champions League. Setelah pada 2002/2003 mereka juga kalah atas sesama wakil Italia, AC Milan, mereka juga sempat melaju ke final pada 2014/2015. Namun saat itu Gianluigi Buffon dan kawan-kawan terpaksa menyerah atas Barcelona.

Berniat untuk membalaskan dendam atas kekalahan mereka kala itu, Il Bianconeri berhasil menuju ke Cardiff musim ini. Bertemu dengan Madrid yang juga wakil Spanyol, Juventus berharap bisa merasakan aroma balas dendam yang sama atas kekalahan dari Barcelona tiga musim lalu.

Namun Real Madrid yang lini serangnya dikepalai oleh Cristano Ronaldo masih terlalu tangguh untuk barisan pertahanan Juventus. Madrid pun menang dengan skor telak 4-1 dari masing-masing gol yang dicetak oleh Ronaldo, Casemiro dan Asensio. Sementara satu gol balasan Juventus dicetak oleh Mario Mandzukic.

Mengamuk, Ronaldo Cetak Dua Gol

Cristiano Ronaldo tampil sangat impresif dalam babak final Liga Champions 4 Juni 2017 kemarin. Dalam laga tersebut, Ronaldo berhasil mencetak dua gol masing-masing pada menit ke-20 dan menit 64. Los Blancos memang telah tampil mendominasi sejak menit-menit awal pertandingan.

Ronaldo tampil impresif dalam laga final UCL

Ronaldo tampil impresif dalam laga final UCL

Melalui kerjasama cantik dengan umpan-umpan pendek, Real Madrid berhasil menjebol gawang Il Bianconeri lewat kaki Ronaldo yang memanfaatkan operan Dani Carvajal. Namun berhasil disamakan kembali beberapa menit kemudian oleh Mario Mandzukic. Babak pertama berakhir dengan skor 1-1.

Memasuki babak kedua, Madrid kian mendominasi jalannya pertandingan. Alhasil menit ke-60 Casemiro berhasil melepaskan tendangan jarak jauh yang membuat Los Blancos kembali unggul. Empat menit berselang Ronaldo kembali memperbesar keunggulan Madrid menjadi 3-1.

Asensio pun menutup pesta gol Real Madrid pada menit 90+2. Melihat celah kosong yang ditinggalkan Buffon di sisi kirinya, Asensio tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Pertandingan berakhir dengan kemenangan Madrid 4-1 dan Ronaldo dinobatkan sebagai pemain terbaik sepanjang kompetisi.

Penampilan Dybala Melempem di Final

Lain Madrid lain pula Juventus. Paulo Dybala yang digadang-gadang akan memberi kejutan pada lini pertahanan Madrid justru tampil melempem. Tidak ada satu serangan berbahaya pun yang diepaskan Dybala dalam partai puncak turnamen paling prestisiu di eropa tersebut.

PErforma Dybala tidak impresif di babak final

PErforma Dybala tidak impresif di babak final

Beberapa kali gol Real Madrid tercipta lewat serangan balik akibat direbutnya bola dari penguasaan Dybala. Sepanjang pertandingan juga Dybala tidak terlihat membantu tim dalam mengembangkan permainan. Malah sosok Mario Mandzukic lah yang justru berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-26.

Mandzukic berhasil melesatkan tendangan salto melewati penjagaan Sergio Ramos usai menerima umpan dari Gonzalo Higuain. Tiga penyerang sekaligus yang diturunkan Tim Nyonya Tua masih belum bisa mengguncang kokohnya pertahanan Madrid yang dijaga duo Ramos-Varane.

Ini jadi gelar Champions ke-12 sepanjang sejarah Madrid di kompetisi ini atau yang keenam di era Liga Champions. Sementara Juventus lagi-lagi harus memendam impiannya meraih trofi Liga Champions ketiga mereka. Bagi klub asal Turin itu, ini adalah gelar runner-up ketujuh mereka dari sembilan kali melaju ke final Piala/Liga Champions.

Yang aneh dari hasil kekalahan Juventus kali ini adalah mereka belum pernah terkalahkan sepanjang turnamen. Menjadi tim yang dengan sembilan kemenangan dan tiga hasil imbang mereka justru harus menelan kekalahan pertama mereka di partai puncak.