Rekrutan Terbaik dan Terburuk Manchester United Musim 2016-2017

Merekrut Jose Mourinho sebagai manajer baru menggantikan Louis van Gaal pada awal musim 2016-2017 lalu, Manchester United melakukan sejumah pembelanjaan pemain. Nama pemain dan biaya transfer pun terbilang sangat fantastis, sanga jauh berbeda jika dibandingkan dengan era kepemimpinan Louis van Gaal.

Ibrahimovic dan Mkhitaryan menjadi dua nama yang mencuri perhatian publik sepakbola

Ibrahimovic dan Mkhitaryan menjadi dua nama yang mencuri perhatian publik sepakbola

Sejumlah nama besar seperti Henrikh Mkhitaryan, Zlatan Ibrahimovic, Eric Bailly hingga Paul Pogba didatangkan United. Bahkan biaya transfer Pogba berhasil memecahkan rekor sebagai pemain termahal di dunia. Yang mana merupakan sebuah ironi ketika sang pemain meniti karir sepakbolanya sejak usia muda di akademi Manchester United.

Namun ada yang lebih menarik dari sekedar transfer termahal di dunia Pogba yang didatangkan dari Juventus tersebut. Adalah kisah perjalanan dua rekrutan terbaru United lainnya, yaitu Ibrahimovic dan Mkhitaryan. Lini depan setan merah memang menjadi lini serang yang memiliki paling banyak pilihan di musim lalu.

Bahkan sebelum memboyong Ibra dan Miki, The Red Devils telah mempunyai sosok Marcus Rashford dan Anthony Martial di li ini depan. Kedatangan Ibra dan Mkhitaryan pun membuat persaingan di linin depan United menjadi bertambah panas.

Mkhitaryan Berhasil Bayar Kepercayaan Mou

Musim perdana Henrikh Mkhitaryan di Old Trafford bisa dibilang tidaklah semulus pemain baru Man United lainnya seperti Ibra, Pogba maupun Bailly. Meskipun diboyong dengan harga yang tidak murah, Mkhitaryan justru jarang mendapat kepercayaan dari sang manajer, Jose Mourinho.

Gol Scorpion Kick spektakuer dari Mkhitaryan

Gol Scorpion Kick spektakuer dari Mkhitaryan

Beberapa kali Mkhitaryan terpaksa menghuni bangku cadangan akibat Mourinho yang kurang mempercayainya. Mkhitaryan memang sempat mengalami cedera sesaat sebelum dimulai nya Liga Premier Inggris musim 2016-2107 kemarin. Dan sepertinya hal ini lah yang membuat kepercayaan Mou luntur.

Akan tetapi justru semakin kesini, ketika beberapa kali dimainkan Mkihtaryan justru sukses tampil memukau. Bahkan Mourinho pun mengaku tidak menyangka jika Mkhitaryan merupakan sosok pemain yang menghuni bangku cedera sekian lama usai pulih dari cedera. Sama sekali tidak terlihat seperti itu.

Sampai akhirnya pemain tim nasional Armenia tersebut mencetak gol dengan cara scorpion kick saat United menang 3-1 atas Sunderland 26 Desember 2016 lalu. Meneruskan umpan dari Zlatan Ibrahimovic pada menit ke-86, Mkhitaryan langsung melepaskan tendangan akrobatik ala Scorpion Kick tersebut.

Meski dalam rekaman terlihat Mkhitaryan tengah berada dalam posisi offside, wasit tetap mengesahkan gol tersebut. “Saya mengharapkan bola mengarah ke depan saya karena sudah bersiap di depan gawang. Namun, bola justru ada di belakang, sehingga saya mempunyai kesempatan menendang dengan tumit,” ujar Mkhitaryan.

Ibra Akhiri Musim 2016-2017 Dengan Pahit

Berbeda dengan Mkhitaryan, nasib Zlatan Ibrahimovic justru berbanding terbalik. Ibra yang tampil sangat trengginas pada awal-awal musim EPL musim lalu bergulir, justru terpaksa menelan pil pahit saat ini. Cedera lutut yang menimpa penyerang tim nasional Swedia tersebut memaksa  Ibrahimovic mengakhiri musim lebih cepat.

Cedera, Ibrahimovic terpaksa akhiri musim lebih cepat

Cedera, Ibrahimovic terpaksa akhiri musim lebih cepat

Cedera tersebut didapat Ibra saat Manchester United tengah menghadapi Anderlecht di leg kedua babak 8 besar Piala Europa musim lalu. Saat itu kedua tim yang masih dalam kedudukan imbang terpaksa melanjutkan pertandingan ke babak perpanjangan waktu.

Sayangnya, di menit-menit akhir waktu normal Ibra terpaksa ditarik keluar usai berbenturan dengan pemain Anderlecht. Usai dilakukan pemeriksan lebih lanjut, dokter klub menyatakan bahwa pemain bertubuh raksasa tersebut mengalami cedera lutut yang cukup parah dan memerlukan istirahat panjang.

Akhirnya Zlatan pun terpaksa menyudahi musim lebih cepat. Ini tentu membuatnya melewatkan sejumlah hal penting, seperti juaranya Manchester United di Piala Europa. Selain itu Ibrahimovic juga melewatkan satu hal penting lainnya di United, yaitu perpanjangan kontrak untuk musim depan.