Bayern Munchen Sumbang Pemain Terbaik dan Terburuk

Bukan hal yang mengherankan jika Bayern Munchen mengirimkan pemain sangat banyak dalam ajang Piala Eropa 2016 kemarin. The Bavarian memang merupakan salah satu klub yang memiliki kedalaman skuad paling lengkap. Bahkan kejutan dari RB Leipzig yang menghancurkan tim sekelas Borussia Dortmund sebagai salah satu dari penguasa dua posisi teratas bersama Bayern.

Thomas Muller tidak berhasil mencetak gol sepanjang Euro 2016

Thomas Muller tidak berhasil mencetak gol sepanjang Euro 2016

Disini benar-benar terlihat kualitas Bayern Munchen sebagai salah satu klub besar. Siapapun pelatihnya, siapapun yang menjadi kompetitornya atau apapun itu tak bisa menggeser Bayern dari status klub terbesar di Jerman. Dan imbasnya tentu saja para pemain mereka yang mendapat panggilan dari tim nasional masing-masing untuk membela negara mereka pada perhelatan Euro 2016 tahun lalu.

Jerman memang tidak berhasil mengangkat trofi turnamen tertinggi di Benua Eropa tersebut. Namun di sepanjang turnamen Jerome Boateng dan kawan-kawan berhasil tampil mengesankan sebelum akhirnya gugur di tangan tuan rumah Perancis dengan skor akhir 2-0. Berkat penampilan tersebut sejumlah pemain pun menjadi perhatian. Banyak yang bermain bagus, namun tidak sedikit juga yang tampil buruk.

Boateng dan Kimmich Masuk Best Team Euro 2016

Bayern Munchen mungkin merupakan satu-satunya tim yang memiliki kekuatan paling merata dan mendalam di seluruh sektor. Baik pertahanan maupun penyerangan semua memiliki keseimbangan yang sangat baik. Dan jika menengok ketika pagelaran Euro 2016 kemarin, ada dua pemain Bayern Munchen yang mendapat predikat pemain terbaik.

Kombinasi Boateng dan Kimmich di lini belakang membuat Jerman cleansheet hingga semifinal

Kombinasi Boateng dan Kimmich di lini belakang membuat Jerman cleansheet hingga semifinal

Yang mengejutkan adalah kedua pemain tersebut bukanlah sang mesin gol Robert Lewandowski maupun Thomas Mueller. Kedua sosok pemain Bayern tersebut pemain bertahan Jerome Boateng dan sang gelandang bertahan Joshua Kimmich. Boateng dan Kimmich memang telah berhasil tampil impresif dengan menjaga wilayah pertahanan timas Jerman.

Berkat kedua nama tersebut, Jerman berhasil mencatat cleansheet terpanjang hingga babak semifinal sebelum akhirnya menyerah dua gol sekaligus atas Perancis. Sebenarnya hal tersebut tidaklah mengherankan, sebab di sektor tengah Jerman mempunyai sosok Toni Kroos. Meski kini tidak lagi setim dengan Boateng dan Kimmich, pemain Real Madrid tersebut sempat menjadi andalan di lini tenah Bayern Munchen.

Lewandowski dan Mueller Masuk Pemain Terburuk XI

Berbeda nasib dengan Jerome Boateng dan Koshua Kimmich, dua bomber Bayern Munchen justru terpilih ke dalam starting XI pemain terburuk Euro 2016. Siapa lagi kalau bukan Robert Lewandowski dan Thomas Mueller yang merupakan ujung tombak serangan klub asal ibukota Jerman tersebut. Kedua pemain tidak berhasil menunjukan performa terbaik mereka di ajang turnamen 4 tahun sekali di eropa tersebut.

Robert Lewandowski tak tampil bersinar bersama timnas Polandia

Robert Lewandowski tak tampil bersinar bersama timnas Polandia

Robert Lewandowski tidak bersinar ketika harus tampil bersama tim nasional Polandia. Namun sepertinya tidak terlalu mengherankan, megingat kekuatan skuad timnas Polandia yang memang tidak mereta di seluru sektor. Sementara Lewandowski sendiri selalu bermain dengan sekumpulan pemain pilihan bersama Bayern Munchen. Jadi permainan buruknya tersebut rasanya bisa dimaklumi.

Akan tetapi lain hal dengan Thomas Mueller. Pemain berusia 28 tahun ini seperti kehilangan permainannya seperti ketika saat dirinya membela Der Panzer di World Cup 2014. Selalu tampil sebagai starter di seluruh babak turnamen Euro 2016. Akan tetapi Muller tak juga mampu mencetak keunggulan bagi Jerman. Jadi, sepertinya wajar saja jika sang pemain masuk ke dalam skuad Euro 2016 terburuk saat itu.

Tidak hanya Lewandowski dan Muller, ada satu pemain Bayern Munchen lagi yang ternyata  termasuk dalam sskuad terburuk Euro 2016. Pemain tersebut adalah pemain sayap/wingback The Bavarian, David Alaba. Di klub Alaba selalu berhasil tampil impresif, namun sayang sang pemai bertahan tidak berhasil bersinar bersama tim nas Austria.